senang bukan main, saat hati itu terpaut satu sama lain, tapi itu semua masih rahasia karena kebenaran sesungguhnya hanya Allah yang tahu, πŸ˜€
namun demikian, aku yakin cinta takkan salah memilih hati, seperti amanah yang takkan salah memilih pundakΒ  πŸ™‚
minion

sejenak saat kegiatan SILATA terhenti untuk sholat dzuhur, aku bertemu dengan kaka tingkat Matematika 2010, bak seorang adik yang bertemu dengan kakanya aku pun bertanya- tanya pada mereka, Ka Iin dan Ka Yully. πŸ™‚

singkat cerita aku mendapatkan sebuah jawaban dari kebimbangan ku yang ingin mengikuti organisasi tingkat fakultas, maklum aku baru saja keluar ke dunia luar dan banyak sekali hal yang harus aku cari, banyak sekali hal yang harus aku temukan untuk menjawab semua pertanyaan yang ada seiring dengan berjalannya kehidupan ini. πŸ™‚

” keluarlah dari zona nyaman, merasa kurang berani maka ikutlah kegiatan” yang nantinya akan memuncukanl keberanian. merasa belum bisa membagi waktu? maka dengan kegiatan itu waktumu akan bisa kau atur. merasa belum mampu? maka kau harus bisa mengembangkan itu, kembangkan selagi masih ada kesempatan. ”
” kita sudah mempunyai adik (2014) sekarang, jadi kita harus bisa jadi panutan dan ketika menjadi sebuah panutan kita harus merubah diri kita terlebih dahulu, πŸ™‚ ” .
“Semangat ya dik, masih ada kesempatan kok. pasti bisa! ” πŸ™‚

terimakasih πŸ™‚

pagi itu kuliah aljabar 2,
dosen dengan lihai menjelaskan materi tentang homomorfisma ring.. namun, penjelasan dosen terhenti sesaat ketika beliau memperhatikan kami. beliau berkata, ” ini saya ngajar kok kalian diem, ngantuk, paham atau bingung?. apa belum sarapan?”, perkataan dosen itu membuat sebuah simpul senyum di wajahku, mengiyakan aku yang belum sarapan dan juga mengiyakan aku yang belum paham betul apa yang dijelaskan oleh beliau.
lagi, lagi, kami hanya diam dan kembali memperhatikan beliau yang kembali menjelaskan tentang teorema dalam homomorfisma ring.

sesaat kemudian,
“saya sebenarnya bingung, saya tidak bisa menjadi seperti bu Niken(dosen saya yang lain) yang bisa memahamkan mahasiswa nya dengan materi yang diberikan. saya bingung metode apa yang harus saya lakukan agar kalian mengerti dengan yang saya ajarkan. tapi saya dulu juga seperti kalian , awalnya memang tak paham, dibaca kembali tak paham juga, tapi ketika hendak ujian saya akhirnya SKS( Sistem Kebut Semalam) . yah, sama seperti kalian. ”

suasana ruang E 101 seketika hening, dan senyum itu kembali menyimpul diwajahku.
kembali beliau berkata, ” saya yakin sebenarnya semua dosen ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswanya , tapi mungkin belum menemukan metode yang pas sesuai dengan yang diajarkan ” .

pikiranku langsung menuju pada pertanyaan dan juga statement ku yang selalu membayangiku. ya, aku tidaklah menyukai dosen yang masa tidak perduli dengan mahasiswanya, terserah si mahasiswa apakah mau memperhatikan atau pun tidur bahkan mengoceh sepanjang kuliah berlangsung.
aku juga geram dengan dosen yang tak pernah memarahi mahasiswanya, bahkan ada yang sampai telat lebih dari 30 menit itu juga tak pernah dipermasalahkan.
dan , selalu aku tampik itu semua dengan jawaban ” mahasiswa itu sudah dewasa, jadi.. “( teruskan sendiri ya.. ).

nah, setelah kejadian itu , pikiran negatif pada dosen- dosen yang seakan tidak perduli pada mahasiswa nya ( dalam hal pemahaman pada materi kuliah ) perlahan menghilang, karena sebenarnya dosen itu ingin memahamkan mahasiswa nya tetapi beliau-beliau belum menemukan metode yang PAS untuk mahasiswanya πŸ˜€

28 nov 14,
Aljabar 2 πŸ™‚

waktu akan selalu berputar, tak kan lekang oleh waktu, aku mulai berfikir. Apakah aku akan tetap seperti ini? aku akan tetap menjadi orang yang sama diwaktu yang akan datang.
ada pepatah mengatakan bila kau tak mau bergerak, maka kau akan menghilang dari peradaban.
masa ini, aku masih terpaku dengan semua kenyataan yang ada. belum cukup motivasi dan juga mimpi yang gamblang yang harus aku raih.

aku berfikir, dan berkata dalam hati, ” Hati, apakah kau akan selamanya diam? apakah kau akan selamanya tak mauΒ  berubah, tak mau menerima sebuah kebaikan, tak mau menyebarkan ilmu yang kau dapat.Β  Hati mengapa kau jadi seperti ini? mengapa kau seakan menampik semua hal yang benar akan terjadi nanti. Hati, sebenarnya apa yang kau inginkan? mengapa kau mengombang ambing kan aku sesuka hati. Hati… “. lalu bercucurlah air mata ku yang seakaan bisa menumpahkan segala kegelisahan yang ada dalam hatiku saat ini.

namun, dibalik itu aku bersyukur karena aku mau untuk mulai berfikir bekal dikehidupan akhiratku. aku ingin kehidupan yang lebih baik. aku akan berusaha menjadi seseorang yang melakukan apapun semaksimal mungkin.

Allah pasti tau apa yang sebenarnya menimpa hati ini…

menjadi seorang koordinator sebuah acara merupakan sebuah tantangan tersendiri dalam melatih kehidupan bermasyarakat. mengatur emosi atau mengatur suasana hati salah satu hal yang harus dihadapi. terlebih menghadapi berbagai macam karakteristik orang yang menjadi bagian dalam acara tersebut.
namun demikian akan ada kepuasan batin bila kita mampu mengatur sebuah acara hingga acara bisa berjalan dengan lancar dan maksud dari acara itu sampai kepada banyak pihak,

selamat berjuang bila memang kau mendapatkan sebuah amanah, percayalah amanah tak kan salah memilh pundak, πŸ˜€

mungkin sesuatu yang biasa menurut kita akan diartikan luar biasa menurut orang lain , itulah hal yang aku pikirkan saat ini.
sesaat setelah mengaji bersama ke-2 teman kecilku Rafi dan Reza, aku memutuskan untuk sekedar mengelilingi kampus UNDIP.

mungkin menurutku itu hal yang biasa, tapi menurut mereka itu hal yang sangat menyenangkan.
kami pun larut dalam sebuah percakapan saat seseorang muncul dengan pakaian toga,
” Mba, kok wisuda malem- malem? “.
” Ya, mungkin sebenarnya tadi siang atau sore wisudanya, tapi biasanya ada tambahan acara, makanya baru pada pulang,” .

sesaat setelah itu, mereka asik berceloteh, dan aku hanya tertawa kecil melihat mereka. merasa mempunyai 2 adik laki – laki merupakan sesuatu hal yang sangat membahagiakan.
walaupun perjalanan itu berakhir dengan kepergian mereka yang tak mengucapkan apapun, πŸ™‚
aku sangat bahagia, karena aku merasa mereka merasa nyaman bersamaku πŸ™‚